• Background Image

    Dari Sweek Keeper: mengatur mood

    May 2, 2018

May 2, 2018

Dari Sweek Keeper: mengatur mood

Hi guys, kali ini Mamak akan memberikan tips kepenulisan. Semoga tips yang Mamak berikan ini, dapat membantu kalian semua. Pastikan kalian berdoa terlebih dahulu sebelum membaca. Jaga-jaga takut sesat nantinya huehehehe.

So, cekidot.

Mamak akan membahas masalah Manage Mood.

Ditilik dari kacamata Mamaknisasi, ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam mempertahankan mood :

  1. Kalau ngantuk jangan menulis, tapi tidur. Oke.
  2. Kalau lapar jangan menulis, tapi makan.
  3. Kalau cape jangan menulis, tapi istirahat.
  4. Apalagi habis putus dari pacar tercinta. Sebenarnya tidak apa-apa sih lagi baper itu menulis. Terutama bagian part ngenes. Pasti feel-nya berasa banget nanti. Asal jangan jadi kebablasan justru curhat dan akhirnya keluar dari alur cerita.
  5. Jelas kalau sedang sakit, lebih baik beristirahat sampai sembuh. Menulis ketika kondisi tubuh fit, karena menulis juga membutuhkan konsentrasi yang baik.

Terutama bagi wanita yang tiap bulan hormonnya terkadang suka kacau, pasti susah sekali mempertahankan mood. Coba cara Mamak, yang tiap hari pasti mendengarkan musik upbeat. Kecuali sedang ingin menulis cerita menyayat hati, ya pastinya musik baper plus sedih. Nah, kalian bisa buat playlist sendiri, yang sekiranya itu bisa membantu mood kalian ketika menulis.

Ada lagi masalah sedang menulis suatu cerita tiba-tiba hilang mood dengan cerita tersebut. Ya sudah, tinggalkan. Jangan menulis dengan berat hati. Jangan mengerjakan suatu cerita, seperti kalian sedang mengerjakan skripsi atau terpaksa. Lelah yang ada. Menulislah ketika kalian ingin menulis. Jangan pikirkan waktu. Mamak pernah baca artikel, ada seorang penulis yang menyelesaikan bukunya dalam waktu enam tahun. Tapi hasilnya luar biasa memang. Lagian kalian ingin apa sih nulis buru-buru begitu? Jodoh nggak kemana kok *eh.

Take a break. Me time. Cari suasana baru. Tinggalkan sejenak itu semua. Kalau masih belum menemukan mood untuk menyelesaikan cerita tersebut, buat cerita baru. Selingkuh di dalam menulis itu sah. Kalau selingkuh di dunia nyata, itu haram. #ganyangpelakor. Intinya kalian perlu suasana baru, agar kembali pada titik semula.

Artikel ini ditulis oleh salah satu anggota sweek keeper bernama Silvia Pratidino @silviapratidino yang terkenal dengan nama panggilan ‘Mamak’. Lihat profilnya disini profil sweek keeper Mamak sering menulis cerita dengan genre romance dewasa dan humor. Bagaimana tips mengendalikan mood dari Mamak? Jika kalian memiliki masalah menulis, jangan lupa share di komentar supaya kami bisa menemukan solusinya! 🙂 Sampai ketemu lagi di blog dari Sweek Keeper selanjutnya! 😉

4 Comments
  • RS, May 8, 2018 Balas

    Mamak,kadang kan kita nulis tuh pasti banyakan isi hati kita ketimbang khayalan kita,gimana tuh menurut mamak.misal nih aku ingin menyelesaikan sebuah novel yg itu semua ceritanya berdasarkan kisah nyata pribadi aku sendiri dan hanya aku samarkan nama dan tempat ?apa kah pantes ma aku terbitkan novel tersebut?tolong saran nya ma☺terimakasih.

    • silvia pratidino, May 11, 2018 Balas

      Dear RS.

      Salam kenal dari Mamak.
      So, back to basic. Menurut kacamata Mamaknisasi, semua cerita yang terdapat di buku ataupun film berdasarkan dari Daily life. Even genre fantasy pun juga tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari bukan?
      Kalau lo ingin menyelesaikan novel based on true story, justru itu nilai tambah bagi gue. Itu keren. Gue pernah buat satu cerita juga yang BOTS. Tapi satu hal yang perlu lo perhatikan. Lo harus mendapat izin dari para tokoh yang terlibat di cerita lo. Nyata kan? Nah pasti khalayak akan mencari tahu. Bukan hanya para tokoh yang terlibat (apa lagi tokoh yang mempunyai peran penting. Sekalipun namanya lo samarkan), tapi lo juga harus siap kehidupan pribadi lo terekspos. Kecuali diawal lo bilang ini bukan BOTS (hanya lo & Tuhan yang tahu, itu aman dari masalah perizinan huehehehe).
      Untuk masalah menulis isi hati, ini lagi-lagi bagi gue ada nilai plus-nya. Pernah baca Princess Diaries? Atau yang masih hangat-hangatnya, Dilan. Tulislah dalam PoV 1. Niscaya, feel-nya bakalan ngena banget. Readers pun akan merasakan 'jiwa' di dalam tulisan lo. Banyak tulisan sederhana yang gue baca, bahkan minim kosakata. Tapi karena gue merasakan penjiwaan si penulis yang tertuang di dalam tulisannya, beuh menohok banget (atau gue yang emang orangnya baperan ya huehehehe). Ada lagi neh yang perlu lo perhatikan kalau menulis lebih banyak isi hati. Waspada narasi terlalu panjang. Ya kecuali lo memang menulis berbentuk diary (tanpa dialog). Menurut gue sih, lebih baik imbang ya. Narasi dan dialog.

      Semua cerita pantas diterbitkan. Kecuali bukan hasil plagiat dan masih dalam koridor benar (NO SARA).

      Segitu dulu dari gue. Kalau masih kurang, tanya lagi yang banyak gapapa gue kuat kok huehehehe.
      Gue tunggu karya dari lo ya :)
      Keep writing.

      Ciao!
      Mamak.

  • RS, May 15, 2018 Balas

    Haha,mak ya gak mungkin gue minta izin sama orang yg terlibat dalam pribadi gue dong ma,namanya juga masa lalu,iyakali ma minta izin sama mantan😂
    tapi mak tenang aja ini tidak akan menyakiti banyak pihak kok,karna biar gue aja yg tau gimana sakitnya perasaan ini.haha😄 dan tidak berbau sara.
    thankyou jawaban nya ma,ehh upload juga ya ma di instagram gila bener si emak😂😂

    • Mee, June 14, 2018 Balas

      Untuk sadara RS, kita tos dulu! 😂
      Kita samaan, aku jg lg nulis yg sebenernya kisah nyata yg udah mendapat pengaruh lebaynisasi dan fiksinisasi. Nama dan tempat udah disamarkan tapi bisa aja dia (mereka) tiba2 baca dan ngerasa kalu itu kayak mirip sama kisah hidup mereka ya meski dlm hati berdoa moga aja mereka ga suka baca novel hehe.

      Dan habis baca coment mamak, jd kepikiran buat minta ijin, tapi muka bakal ditaruh dimana yak, ntar dikira gabisa muv on 😂


Leave A Comment

Tinggalkan Balasan